Jakarta – Bagi Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM., ulang tahun bukan sekadar perayaan pertambahan usia. Di tengah berbagai amanah besar yang diembannya, momen ulang tahun ke-55 pada 20 Juni 2026 justru menjadi ruang refleksi tentang arti ketulusan, persahabatan, dan energi positif dalam menjalankan pengabdian.
Sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Republik Indonesia, sekaligus Inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Prof. Reda dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong lahirnya berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang berpihak kepada kelompok rentan serta penyandang disabilitas.
Di bidang olahraga, dedikasinya juga mendapat pengakuan melalui penunjukan sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 dan Asian Para Games 2026.
Dalam unggahan di media sosial Instagram, Prof. Reda mengungkapkan rasa haru atas kejutan sederhana yang diterimanya dari keluarga, sahabat, dan rekan kerja.
“Masih belum habis senyum hari ini. Terima kasih untuk keluarga, sahabat, dan rekan-rekan semua yang sudah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk memberikan surprise sederhana namun begitu berkesan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi kepemimpinan yang selama ini dipegang Prof. Reda, yakni menempatkan nilai kemanusiaan dan hubungan antarsesama sebagai fondasi utama dalam bekerja dan mengabdi.
Menurut Prof. Reda, kesibukan dan tanggung jawab yang besar tidak boleh membuat seseorang melupakan pentingnya berhenti sejenak untuk menghargai orang-orang yang selalu hadir memberikan dukungan.
“Di tengah kesibukan yang sering kali membuat kita lupa berhenti sejenak, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa ada begitu banyak orang baik yang selalu hadir dan memberikan energi positif. Bukan tentang besar atau mewahnya kejutan, tetapi tentang ketulusan dan kebersamaan yang membuatnya terasa istimewa,” tulisnya.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat yang terus dibangun Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, yakni menghadirkan ruang yang lebih inklusif, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan optimisme bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di penghujung pesannya, Prof. Reda menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh pihak yang telah memberikan perhatian pada hari istimewanya.
“Semoga segala kebaikan yang telah diberikan kembali kepada kalian dengan kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan yang berlipat ganda. Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita yang akan selalu saya kenang,” tulisnya.
Bagi Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, semangat pengabdian dan ketulusan yang ditunjukkan Prof. Reda menjadi inspirasi untuk terus melanjutkan berbagai program yang berdampak bagi masyarakat luas.