Berita
Tuesday, 23 June 2026
Admin YIPB

Bertambah Usia, Prof. Dr. Reda Manthovani Tegaskan Arti Ketulusan dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan

Jakarta – Bagi Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM., ulang tahun bukan sekadar perayaan pertambahan usia. Di tengah berbagai amanah besar yang diembannya, momen ulang tahun ke-55 pada 20 Juni 2026 justru menjadi ruang refleksi tentang arti ketulusan, persahabatan, dan energi positif dalam menjalankan pengabdian.

Sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Republik Indonesia, sekaligus Inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Prof. Reda dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong lahirnya berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang berpihak kepada kelompok rentan serta penyandang disabilitas.

Di bidang olahraga, dedikasinya juga mendapat pengakuan melalui penunjukan sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 dan Asian Para Games 2026.

Dalam unggahan di media sosial Instagram, Prof. Reda mengungkapkan rasa haru atas kejutan sederhana yang diterimanya dari keluarga, sahabat, dan rekan kerja.

“Masih belum habis senyum hari ini. Terima kasih untuk keluarga, sahabat, dan rekan-rekan semua yang sudah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk memberikan surprise sederhana namun begitu berkesan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi kepemimpinan yang selama ini dipegang Prof. Reda, yakni menempatkan nilai kemanusiaan dan hubungan antarsesama sebagai fondasi utama dalam bekerja dan mengabdi.

Menurut Prof. Reda, kesibukan dan tanggung jawab yang besar tidak boleh membuat seseorang melupakan pentingnya berhenti sejenak untuk menghargai orang-orang yang selalu hadir memberikan dukungan.

“Di tengah kesibukan yang sering kali membuat kita lupa berhenti sejenak, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa ada begitu banyak orang baik yang selalu hadir dan memberikan energi positif. Bukan tentang besar atau mewahnya kejutan, tetapi tentang ketulusan dan kebersamaan yang membuatnya terasa istimewa,” tulisnya.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat yang terus dibangun Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, yakni menghadirkan ruang yang lebih inklusif, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan optimisme bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di penghujung pesannya, Prof. Reda menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh pihak yang telah memberikan perhatian pada hari istimewanya.

“Semoga segala kebaikan yang telah diberikan kembali kepada kalian dengan kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan yang berlipat ganda. Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita yang akan selalu saya kenang,” tulisnya.

Bagi Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, semangat pengabdian dan ketulusan yang ditunjukkan Prof. Reda menjadi inspirasi untuk terus melanjutkan berbagai program yang berdampak bagi masyarakat luas.

Berita Kegiatan Lainnya

Berita
Wednesday, 1 April 2026

Gema Cerita Rakyat: Festival Storytelling Suara Nusantara 2026 Siap Getarkan KP3B Serang

Jakarta – Indonesia adalah tanah para pencerita. Sejak kecil, ingatan kita kerap diisi kisah Bawang Merah Bawang Putih, legenda Tangkuban

Berita
Tuesday, 31 March 2026

Dari Dukungan ke Prestasi: Perjalanan Atlet Difabel Indonesia

Jakarta – Dukungan yang tepat dapat menjadi faktor penentu dalam perjalanan seorang atlet, termasuk atlet penyandang disabilitas. Hal ini terlihat

Berita
Tuesday, 31 March 2026

Inspirasi dari Panggung Dunia: Kisah Putri Ariana yang Bersinar Tanpa Batas

Jakarta – Kehadiran sosok inspiratif menjadi salah satu cara efektif untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap disabilitas. Salah satu contoh nyata

Berita
Monday, 30 March 2026

Ruang Belajar Ramah Disabilitas: Lebih dari Sekadar Fasilitas

Jakarta – Menciptakan ruang belajar yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus bukan hanya soal menyediakan fasilitas fisik. Lebih dari itu,

Berita
Monday, 30 March 2026

Tujuh Pilar Inklusi: Fondasi Membangun Masyarakat Setara

Jakarta – Mewujudkan inklusi tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas fisik. Ada berbagai elemen lain yang menjadi fondasi penting dalam

Berita
Monday, 30 March 2026

Interaksi Sosial dalam Pendidikan Inklusif: Kunci Menghapus Stigma Sejak Dini

Jakarta – Interaksi sosial menjadi elemen penting dalam membangun lingkungan yang inklusif. Tidak hanya soal belajar di ruang yang sama,

Bergabung Menjadi Tim Kami!

Merasa Terinspirasi?

Jadilah bagian dari tim yang menghargai inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan. Bersama-sama, kita menciptakan strategi yang berdampak dan membuat perbedaan.