Berita
Monday, 13 October 2025
Admin YIPB

Gotong Royong untuk Gizi Anak Inklusif: Model Kolaborasi Swasta dan Yayasan yang Bisa Ditiru

Jakarta – Di tengah tantangan pemerataan gizi dan akses pendidikan inklusif, sebuah inisiatif kolaboratif di Banten menunjukkan cara baru dalam menjembatani kepedulian sosial: lewat kemitraan yang cerdas antara yayasan, sektor swasta, dan teknologi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)-Swasta, hasil sinergi Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Grab, dan OVO, menjadi contoh nyata bahwa gotong royong lintas sektor dapat menciptakan sistem sosial yang berkelanjutan dan terukur.

Program ini bukan sekadar menyalurkan makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan ekosistem yang lebih luas: pemberdayaan UMKM lokal, transparansi digital, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Program MBG-Swasta ini dapat menjadi model pelengkap program pemerintah, bahkan bisa direplikasi untuk program bantuan sosial lainnya,” ujar Maya Miranda Ambarsari, Ketua Pembina YIPB.

“Komitmen kami adalah membantu menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” tambahnya.

Model kolaborasi ini bekerja dengan prinsip tiga poros: inovasi teknologi, partisipasi masyarakat, dan tanggung jawab sosial berkelanjutan. Dari dapur mitra UMKM di Banten hingga pusat kendali berbasis Artificial Intelligence (AI) di Jakarta, semua pihak berperan dalam rantai kerja yang sama, memastikan setiap anak menerima makanan bergizi, aman, dan tepat waktu.

Menurut Cahaya Manthovani, Ketua Pelaksana Harian YIPB, keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran semua pihak yang saling melengkapi.

“Kami percaya bahwa kolaborasi seperti ini adalah masa depan CSR. Ketika teknologi, empati, dan profesionalisme bertemu, hasilnya bukan hanya laporan kegiatan, tetapi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi swasta, Grab dan OVO memanfaatkan kekuatan data dan jaringan logistiknya untuk memperkuat sistem pengawasan dan distribusi. Sementara YIPB mengelola pendekatan humanis, melibatkan sekolah, guru, dan orang tua agar program benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Keterlibatan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan di setiap tahap menambah kredibilitas dan kesinambungan program. Standar kebersihan, pelatihan K3, hingga pendampingan gizi diterapkan secara konsisten, menciptakan sinergi antara dunia bisnis dan kepentingan publik.

Lebih dari itu, model MBG-Swasta menegaskan CSR modern bukan hanya soal donasi, tapi soal desain sistem sosial yang bisa diukur, diawasi, dan diperluas. Di sinilah teknologi memainkan peran penting, menjaga transparansi dan akuntabilitas di setiap langkah.

Dengan hasil yang telah diraih di Banten, melibatkan 18 sekolah khusus, 12 UMKM, dan lebih dari 2.200 penerima manfaat, program ini kini dianggap sebagai prototipe kemitraan sosial berbasis data dan empati.

Dalam jangka panjang, model YIPB–Grab–OVO bisa menjadi inspirasi bagi sektor swasta lain yang ingin berkontribusi lebih strategis. Sebab di tengah kompleksitas sosial dan ekonomi hari ini, solusi paling kuat bukan datang dari satu pihak saja, melainkan dari kolaborasi lintas batas yang menggabungkan kepedulian dan inovasi.

Berita Kegiatan Lainnya

Berita
Tuesday, 23 June 2026

Bertambah Usia, Prof. Dr. Reda Manthovani Tegaskan Arti Ketulusan dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan

Jakarta – Bagi Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM., ulang tahun bukan sekadar perayaan pertambahan usia. Di tengah berbagai amanah

Berita
Tuesday, 23 June 2026

Ulang Tahun ke-55, Prof. Dr. Reda Manthovani: Ketulusan dan Kebersamaan Jadi Energi Mengabdi untuk Negeri

Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-55 Inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM., pada 20

Berita
Wednesday, 17 June 2026

Reda Manthovani Berharap Olahraga Menjadi Jembatan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Karanganyar – Perjalanan menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, tidak hanya dimulai dari arena pertandingan. Persiapan besar itu

Berita
Wednesday, 17 June 2026

JAGAIN, Wujud Nyata Komitmen Reda Manthovani untuk Indonesia yang Inklusif

Solo – Bagi penyandang disabilitas, perhatian dan kesempatan yang setara sering kali menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi. Berangkat dari

Berita
Wednesday, 17 June 2026

Menuju Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Dorong Lahirnya Pelatih Paralimpik Berkualitas

Karanganyar – Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) olahraga disabilitas kembali ditegaskan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof. Dr.

Berita
Wednesday, 17 June 2026

Reda Manthovani Hadirkan JAGAIN, Terobosan Baru untuk Kemajuan Atlet Disabilitas Indonesia

Solo – Pengembangan olahraga disabilitas Indonesia memasuki babak baru. Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda

Bergabung Menjadi Tim Kami!

Merasa Terinspirasi?

Jadilah bagian dari tim yang menghargai inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan. Bersama-sama, kita menciptakan strategi yang berdampak dan membuat perbedaan.