Serang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta di Kabupaten Serang menjadi bukti kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan dampak luas.
Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bersama Baja Perkasa Sentosa (BPS) dari Artha Graha Peduli Group dan Grab-OVO menghadirkan program tersebut di tiga Sekolah Khusus: SKh Bina Citra Anak, SKh Permata Jannah, dan SKh Global Insani Madani.
Direktur Utama BPS, Ivan Wijaya, menekankan program ini juga memberdayakan pelaku usaha lokal. “Harapannya, manfaat program ini dapat dirasakan secara menyeluruh, baik oleh penerima manfaat maupun Mitra UMKM di Kabupaten Serang,” kata Ivan.
Dari sisi teknologi, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan ekosistem Grab-OVO digunakan secara end-to-end, mulai dari pemesanan, distribusi oleh mitra pengemudi, hingga pemantauan keamanan pangan secara real-time melalui Command Center berbasis kecerdasan buatan.
Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang juga dilakukan untuk memastikan mitra UMKM memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, turut mengingatkan pentingnya aspek keamanan pangan.
“Gizi merupakan hak inklusif bagi semua kalangan. Kami berharap implementasi MBG swasta ini dapat berjalan lancar dan tetap diperhatikan keamanan pangannya,” ujar Zaldi.
Sementara itu, dukungan penegak hukum juga menguatkan program ini. “Semoga kolaborasi MBG ini bisa diperluas ke sekolah-sekolah yang lain,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Serang, IG. Punia Atmaja NR.
Melalui sinergi antara YIPB, sektor swasta, teknologi, UMKM, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan yang dapat direplikasi di lebih banyak wilayah.
Karena ketika inklusi, inovasi, dan kolaborasi berjalan bersama, dampaknya bukan hanya hari ini, tetapi untuk masa depan.