Berita
Monday, 17 November 2025
Admin YIPB

Aksi Pantomim Anak-Anak SLB 07 Jakarta Warnai Panggung Inklusif Suara Nusantara

Jakarta – Satu di antara momen paling berkesan dalam Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara” 2025 datang dari panggung yang sederhana, namun sarat makna, yakni penampilan pantomim anak-anak SLB 07 Jakarta.

Tanpa suara dan tanpa dialog, mereka menyampaikan sebuah cerita yang menyentuh hati, menggambarkan mimpi, keberanian, dan ketekunan melalui gerak tubuh dan ekspresi penuh ketulusan.

Penampilan ini tidak hanya memukau, tetapi juga menguatkan pesan besar festival bahwa ruang literasi dan ruang bercerita harus menjadi wadah bagi semua anak, tanpa terkecuali.

Panggung Inklusif: Semua Anak Berhak Didengar

Sejak awal acara, penyelenggara memastikan festival ini dapat diakses semua kalangan. Selain menghadirkan peserta dari berbagai sekolah, baik umum maupun berkebutuhan khusus, rangkaian acara juga dilengkapi dengan penerjemah bahasa isyarat di sisi panggung.

Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang yang inklusif, memungkinkan anak-anak tuli dan teman-teman SLB lainnya mengikuti jalannya acara dengan nyaman.

“Literasi itu bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi tentang akses yang setara bagi semua anak untuk berekspresi dan didengar. Karena itu inklusivitas selalu menjadi prinsip utama kami,” ujar Cahaya Manthovani, Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), yang menjadi salah satu penggagas festival ini.

Aksi pantomim dari SLB 07 Jakarta menjadi salah satu yang paling menggugah. Para siswa tampil penuh percaya diri dengan riasan pantomim, kostum sederhana, dan gerakan yang tegas namun lembut. Mereka menghadirkan cerita tanpa kata yang justru terasa lebih kuat.

Karya yang Mengharukan dan Menginspirasi

Tepuk tangan penonton menggemuruh begitu mereka menutup penampilan. Sebagian penonton tak kuasa menyembunyikan rasa haru, terpesona oleh ekspresi jujur dan keberanian anak-anak tersebut dalam berdiri di panggung besar.

Maya Miranda Ambarsari, Ketua Dewan Pembina YIPB mengatakan, penampilan ini menjadi bukti seni adalah jembatan yang menyatukan semua anak, apa pun latar belakang dan kondisinya.

“Mereka menunjukkan bahwa setiap anak punya cara sendiri untuk bercerita. Yang kita lakukan hanyalah membuka panggungnya, memberikan ruang agar mereka bisa bersinar. Itu esensi inklusivitas yang ingin kami bawa,” ungkap Maya.

Festival ini bukan hanya tentang kompetisi atau pertunjukan, tetapi tentang mengangkat potensi anak-anak dari berbagai latar, memberi mereka kesempatan yang sama untuk menunjukkan bakat dan kreativitas.

Berita Kegiatan Lainnya

Berita
Tuesday, 23 June 2026

Bertambah Usia, Prof. Dr. Reda Manthovani Tegaskan Arti Ketulusan dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan

Jakarta – Bagi Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM., ulang tahun bukan sekadar perayaan pertambahan usia. Di tengah berbagai amanah

Berita
Tuesday, 23 June 2026

Ulang Tahun ke-55, Prof. Dr. Reda Manthovani: Ketulusan dan Kebersamaan Jadi Energi Mengabdi untuk Negeri

Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-55 Inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM., pada 20

Berita
Wednesday, 17 June 2026

Reda Manthovani Berharap Olahraga Menjadi Jembatan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Karanganyar – Perjalanan menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, tidak hanya dimulai dari arena pertandingan. Persiapan besar itu

Berita
Wednesday, 17 June 2026

JAGAIN, Wujud Nyata Komitmen Reda Manthovani untuk Indonesia yang Inklusif

Solo – Bagi penyandang disabilitas, perhatian dan kesempatan yang setara sering kali menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi. Berangkat dari

Berita
Wednesday, 17 June 2026

Menuju Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Dorong Lahirnya Pelatih Paralimpik Berkualitas

Karanganyar – Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) olahraga disabilitas kembali ditegaskan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof. Dr.

Berita
Wednesday, 17 June 2026

Reda Manthovani Hadirkan JAGAIN, Terobosan Baru untuk Kemajuan Atlet Disabilitas Indonesia

Solo – Pengembangan olahraga disabilitas Indonesia memasuki babak baru. Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda

Bergabung Menjadi Tim Kami!

Merasa Terinspirasi?

Jadilah bagian dari tim yang menghargai inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan. Bersama-sama, kita menciptakan strategi yang berdampak dan membuat perbedaan.