Jakarta – Mewujudkan inklusi tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas fisik. Ada berbagai elemen lain yang menjadi fondasi penting dalam membangun sistem yang benar-benar inklusif.
Yayasan Inklusi Pelita Bangsa merangkum hal tersebut dalam tujuh pilar inklusi. Ketujuh pilar tersebut meliputi akses, sikap, pilihan, kemitraan, komunikasi, kebijakan, dan kesempatan.
Masing-masing pilar memiliki peran penting dan saling melengkapi satu sama lain. Cahaya Manthovani menjelaskan,
“Keberhasilan inklusi tidak hanya soal fasilitas, tetapi bagaimana semua aspek kehidupan mendukung kesetaraan.”
Misalnya, akses tanpa sikap yang inklusif tidak akan menghasilkan perubahan berarti. Begitu pula kebijakan tanpa implementasi yang tepat tidak akan memberikan dampak nyata.
Pendekatan berbasis pilar ini membantu berbagai pihak untuk memahami bahwa inklusi adalah sistem yang kompleks dan membutuhkan keterlibatan banyak sektor.
Dengan memperkuat ketujuh pilar ini secara bersamaan, masyarakat inklusif bukan lagi sekadar konsep, melainkan dapat diwujudkan secara nyata.