Solo – Pengembangan olahraga disabilitas Indonesia memasuki babak baru. Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM, memperkenalkan program digitalisasi bertajuk Jaksa Garda Inklusi (JAGAIN) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NPC Indonesia di Solo, 28 April lalu.
Program tersebut dirancang sebagai sistem pemantauan dan pengelolaan data yang menghubungkan NPC Indonesia tingkat pusat, provinsi, hingga daerah dengan Kejaksaan di seluruh Indonesia.
Menurut Reda Manthovani, keberadaan basis data yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan atlet disabilitas yang lebih merata dan berkelanjutan.
“Data yang kuat akan memberikan dasar yang jelas dalam menyusun kebijakan dan pembinaan yang seragam bagi atlet-atlet disabilitas di seluruh Indonesia,” ujar Reda.
Sebagai inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Reda Manthovani selama ini konsisten mendorong terciptanya sistem yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Baginya, akses terhadap pembinaan olahraga yang berkualitas merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga negara.
Melalui JAGAIN, berbagai persoalan yang dihadapi atlet maupun pengurus daerah dapat disampaikan secara lebih cepat dan terstruktur. Program ini juga memungkinkan adanya koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat solusi terhadap berbagai hambatan yang muncul di lapangan.
Harapannya, perhatian pemerintah daerah terhadap atlet disabilitas dapat semakin meningkat sehingga pembinaan berjalan lebih optimal dan prestasi Indonesia di tingkat internasional terus berkembang.