Berita
Wednesday, 17 June 2026
Admin YIPB

Reda Manthovani Berharap Olahraga Menjadi Jembatan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Karanganyar – Perjalanan menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, tidak hanya dimulai dari arena pertandingan. Persiapan besar itu telah dimulai jauh sebelumnya melalui penguatan kualitas pelatih yang akan mendampingi para atlet paralimpik Indonesia.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) yang dibuka langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani di NPC Training Center Delingan, Karanganyar, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir.

Sebagai Chef de Mission (CdM) NPC Indonesia untuk Asian Para Games 2026, Reda Manthovani menegaskan bahwa keberhasilan kontingen Indonesia merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak, mulai dari atlet, pelatih, pemerintah, hingga masyarakat.

“Kami optimistis atlet paralimpik Indonesia mampu bersaing di level tertinggi apabila mendapatkan dukungan dan pendampingan yang tepat,” ujar Reda.

Bagi Reda, yang juga merupakan inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), olahraga paralimpik memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perolehan medali. Prestasi para atlet disabilitas merupakan simbol kesetaraan kesempatan dan bukti nyata bahwa setiap individu memiliki potensi untuk meraih mimpi mereka.

Karena itu, YIPB memandang pembinaan olahraga disabilitas sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman kemampuan.

Kegiatan ToT sendiri dirancang untuk memperkuat tiga aspek utama. Pertama, meningkatkan standar kepelatihan melalui metode yang lebih adaptif terhadap kebutuhan atlet paralimpik. Kedua, memastikan proses transfer pengetahuan dari pelatih senior kepada generasi berikutnya. Ketiga, mempersiapkan aspek teknis dan mental atlet menjelang keberangkatan ke Nagoya.

Menpora Erick Thohir menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menurut Erick, investasi pada kualitas pelatih merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga Indonesia, khususnya di cabang paralimpik yang terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui sinergi antara Kemenpora, NPC Indonesia, tim CdM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, harapan besar kini tertuju pada kontingen Merah Putih yang akan berlaga di Nagoya.

Lebih dari sekadar mengejar medali, perjuangan para atlet paralimpik Indonesia juga membawa pesan penting tentang semangat, ketangguhan, dan inklusi yang dapat menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia.

Berita Kegiatan Lainnya

Berita
Thursday, 26 March 2026

Dari Dapur UMKM ke Sekolah: Rantai Dampak yang Berkelanjutan

Jakarta – Salah satu kekuatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah keterlibatan pelaku usaha lokal. Yayasan Inklusi Pelita Bangsa menggandeng

Berita
Thursday, 26 March 2026

Teknologi untuk Gizi: Inovasi dalam Program Sosial

Jakarta – Pendekatan teknologi menjadi pembeda utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB)

Berita
Thursday, 26 March 2026

Inklusi Dimulai dari Hal Sederhana: Akses terhadap Nutrisi

Jakarta – Seringkali, inklusi dipahami sebagai konsep besar yang abstrak. Namun bagi Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, inklusi justru dimulai dari

Berita
Wednesday, 25 February 2026

YIPB Perluas Dampak Sosial Lewat Kolaborasi MBG Swasta untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Serang

Serang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta di Kabupaten Serang menjadi bukti kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan dampak luas.

Berita
Wednesday, 25 February 2026

YIPB Dorong Inklusi Lewat Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Serang

Serang – Komitmen terhadap inklusi kembali ditegaskan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB). Bersama Baja Perkasa Sentosa (BPS) dari Artha Graha

Berita
Thursday, 19 February 2026

Bakti Sosial dan Donor Darah Warnai Perayaan Imlek 2026 Bersama Prof. Dr. Reda Manthovani

Jakarta – Perayaan Imlek 2026, Selasa (17/02/2026) diisi dengan aksi kemanusiaan yang digagas Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM, Jaksa

Bergabung Menjadi Tim Kami!

Merasa Terinspirasi?

Jadilah bagian dari tim yang menghargai inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan. Bersama-sama, kita menciptakan strategi yang berdampak dan membuat perbedaan.