Berita
Saturday, 16 August 2025
Admin YIPB

NPCI Jakarta dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa Gelar Kejuaraan Tenis Meja untuk Jaring Bibit Atlet

Jakarta – Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) DKI Jakarta bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) menggelar NPCI DKI Jakarta Table Tennis Championship 2025 di Atrium Utama Pluit Village Mall, Jakarta, pada 8-10 Agustus.

Ketua Pelaksana Cahaya Manthovani mengatakan turnamen bertema Mendobrak Batas ini bertujuan mengenalkan kemampuan atlet disabilitas kepada masyarakat sekaligus menjaring bibit potensial yang dapat bersaing di ajang internasional.

“Disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi. Justru mereka memiliki semangat dan potensi besar yang bisa menjadi inspirasi,” ujar Cahaya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Kejuaraan ini diikuti 128 atlet disabilitas dari 13 provinsi serta lebih dari 200 peserta umum. Pertandingan dibagi berdasarkan klasifikasi, baik untuk kategori umum maupun disabilitas, dengan total hadiah Rp180 juta. Dua trofi utama diperebutkan oleh provinsi dengan perolehan medali terbanyak di kategori umum dan disabilitas.

Reda Manthovani yang aktif di NPC Indonesia sekaligus Chef de Mission Paralimpiade Paris 2024 menyebut ajang ini juga menjadi pemanasan bagi atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan nasional di Karanganyar, Solo, untuk persiapan ASEAN Para Games 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand.

“Mereka ikut bermain di sini untuk menguji kemampuan dan melakukan pemanasan, sehingga bisa mengetahui level mereka sebelum berlaga,” kata dia.

Reda menambahkan, keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan olahraga.

“Persiapan teknis akan percuma tanpa dukungan penuh. Sebagai CDM, tugas saya adalah mengorkestrasikan dukungan agar target juara umum di ASEAN Para Games nanti bisa tercapai,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) tersebut.

Ketua NPCI DKI Jakarta Yasin Onasie menjelaskan turnamen ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mempertemukan atlet disabilitas dan non-disabilitas dalam satu arena kompetisi.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa atlet disabilitas memiliki kemampuan dan kepercayaan diri setara untuk berkompetisi bersama atlet non-disabilitas, dalam semangat sportivitas dan persatuan,” kata dia.

Pertandingan tetap mengikuti klasifikasi resmi, termasuk pembagian kategori untuk atlet disabilitas seperti kursi roda, amputasi, atau standing.

Ketua Dewan Pembina YIPB Maya Miranda Ambarsari menilai penyelenggaraan di ruang publik menjadi cara efektif menghapus batas antara atlet disabilitas dan masyarakat umum.

“Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga ruang untuk saling memahami, menghargai, dan mendukung,” ujar dia.

Turnamen ini juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh, di antaranya Menteri ATR Nusron Wahid, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta publik figur seperti Raffi Ahmad, Denny Sumargo, dan Jusuf Hamka. Maya berharap keterlibatan tokoh publik dapat memperluas gaung gerakan inklusi.

“Dengan hadirnya tokoh publik, kami berharap pesan inklusivitas ini bisa menjangkau lebih banyak pihak, sehingga gerakan ini dapat terus berlanjut,” kata dia.

Sumber: Antaranews

Berita Kegiatan Lainnya

Berita
Monday, 30 March 2026

Interaksi Sosial dalam Pendidikan Inklusif: Kunci Menghapus Stigma Sejak Dini

Jakarta – Interaksi sosial menjadi elemen penting dalam membangun lingkungan yang inklusif. Tidak hanya soal belajar di ruang yang sama,

Berita
Saturday, 28 March 2026

Setiap Anak Adalah Bintang: Merayakan Keberagaman dalam Tumbuh Kembang

Jakarta – Setiap anak memiliki keunikan dan waktu berkembang yang berbeda. Prinsip ini menjadi dasar pendekatan inklusi yang diusung oleh

Berita
Saturday, 28 March 2026

Percaya Diri sebagai Kunci Berkarya: Kisah dan Inspirasi Dr.Fauzi Dosen Disabilitas

Jakarta – Kepercayaan diri seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas. Stigma sosial yang masih ada dapat memengaruhi cara seseorang

Berita
Saturday, 28 March 2026

Dari Ketergantungan Menuju Kemandirian: Inklusi sebagai Jalan Hidup

Jakarta – Salah satu tujuan utama dari gerakan inklusi adalah menciptakan kemandirian bagi penyandang disabilitas. Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB)

Berita
Friday, 27 March 2026

YIPB Penggerak Perubahan Inklusi

Jakarta – Perjalanan menuju Indonesia yang inklusif masih panjang, namun langkah-langkah nyata mulai terlihat. Yayasan Inklusi Pelita Bangsa menjadi salah

Berita
Friday, 27 March 2026

Pendidikan Inklusif: Menghargai Perbedaan, Membangun Potensi Setiap Anak

Jakarta – Pendidikan inklusif bukan sekadar konsep menerima anak berkebutuhan khusus di ruang kelas yang sama, tetapi bagaimana sistem pendidikan

Bergabung Menjadi Tim Kami!

Merasa Terinspirasi?

Jadilah bagian dari tim yang menghargai inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan. Bersama-sama, kita menciptakan strategi yang berdampak dan membuat perbedaan.