“Pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali.”
Prinsip sederhana ini menjadi dasar berdirinya Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB).
Di Indonesia, penyandang disabilitas masih kerap menghadapi keterbatasan akses, baik dalam pendidikan, pekerjaan, kesehatan, maupun kehidupan sosial. Dari kebutuhan inilah YIPB hadir sebagai pelita harapan, dengan visi menciptakan ruang yang ramah, setara, dan memberdayakan.
Visi dan Semangat Inklusi
YIPB didirikan dengan keyakinan bahwa keberagaman bukanlah hambatan, melainkan kekuatan. Setiap anak, terutama anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang sesuai potensinya.
“Disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi. Mereka punya semangat dan potensi besar yang bisa jadi inspirasi kita semua,” tegas Ketua Harian YIPB, Cahaya Manthovani.
Visi YIPB adalah membangun kehidupan mandiri dan sejahtera bagi semua kalangan. Caranya bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga lewat pemberdayaan, pelatihan keterampilan, hingga kampanye kesadaran publik.
YIPB sebagai Gerakan Sosial
Lebih dari sekadar yayasan sosial, YIPB adalah sebuah gerakan—gerakan untuk memastikan inklusi benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar jargon.
“Kami ingin menjadi jembatan, agar anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya menerima pendidikan, tapi juga bisa berdaya, mandiri, dan diterima sepenuhnya dalam masyarakat,” tambah Ketua Umum YIPB, Muhammad Rizal Sutono.
Harapan ke Depan
Melalui berbagai program nyata, mulai dari pendidikan inklusif, program makan bergizi gratis, turnamen olahraga inklusif, hingga dukungan bagi UMKM, YIPB membuktikan perubahan dapat dimulai dari langkah kecil namun konsisten.
Setiap kegiatan yang dijalankan membawa pesan penting: inklusi adalah tanggung jawab bersama.
“Inklusi adalah tentang membuka pintu, memberi kesempatan, dan percaya bahwa setiap anak bisa bersinar dengan caranya sendiri,” Ketua Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari.
Dengan semangat tersebut, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa terus menyalakan pelita harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan masyarakat luas.