Serang – Pembentukan nilai moral dan etika pada generasi muda tidak selalu harus dilakukan secara kaku di dalam kelas. Dongeng dan tradisi lisan terbukti menjadi instrumen emosional yang kuat dalam menanamkan karakter kepemimpinan.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri puncak Festival Storytelling Suara Nusantara Banten 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Minggu (17/5/2026).
Dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta, guru, dan orang tua, Andra Soni menggarisbawahi pentingnya menjaga kedekatan generasi muda dengan narasi sejarah lokal mereka agar tidak kehilangan arah di era modern.
“Budaya tutur adalah akar dari jati diri masyarakat Banten. Melalui Festival Suara Nusantara ini, kita tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi kita sedang menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan,” tegas Andra Soni.
Lebih lanjut, Andra menyoroti banyaknya cerita rakyat Banten yang sarat akan nilai religius, heroisme, dan gotong royong namun belum dikenal luas oleh generasi digital saat ini.
Kisah-kisah lokal seperti asal-usul Pandeglang dan legenda Batu Kuwung dinilai memiliki materi edukasi karakter yang luar biasa untuk melahirkan pemimpin yang humanis, bijaksana, dan berintegritas.
Pemerintah Provinsi Banten pun menangkap potensi besar dari gerakan yang diinisiasi oleh Navaswara ini. Sebagai langkah strategis keberlanjutan, Gubernur Andra Soni membuka peluang besar untuk mengadopsi festival storytelling ini menjadi agenda rutin tahunan pemerintah, serta mengintegrasikannya ke dalam rangkaian resmi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten di masa mendatang.