Solo – Bagi penyandang disabilitas, perhatian dan kesempatan yang setara sering kali menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi. Berangkat dari semangat tersebut, Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani memperkenalkan program Jaksa Garda Inklusi (JAGAIN) dalam Rakernas NPC Indonesia di Solo.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung pembinaan olahraga disabilitas, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pengawasan terhadap implementasi kebijakan inklusif di berbagai daerah.
Reda menjelaskan melalui JAGAIN, para jaksa di daerah dapat lebih mudah memantau kondisi penyandang disabilitas, termasuk apabila masih ditemukan praktik diskriminasi atau kurangnya dukungan dari pemerintah daerah.
Sebagai inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Reda Manthovani menilai inklusi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Karena itu, YIPB terus mendorong hadirnya program-program yang memperluas akses, kesempatan, dan perlindungan bagi penyandang disabilitas.
“Yang dibutuhkan para atlet disabilitas bukan hanya fasilitas, tetapi juga perhatian dan dukungan yang berkelanjutan,” tegas Reda pada 28 Juli lalu.
Melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, JAGAIN diharapkan menjadi instrumen yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat disabilitas dengan kebijakan pemerintah, sehingga tercipta ekosistem yang lebih inklusif dan berkeadilan.