Jakarta – Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bekerja sama dengan Yayasan Dhammasukha Indonesia menggelar kegiatan Donor Darah Merdeka di Atrium Utama Pluit Village Mall, Jakarta Utara, Minggu (10/8/2025).
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian NPCI DKI Jakarta Table Tennis Championship 2025 dengan target ambisius mengumpulkan 1.000 kantong darah.
Ketua Dewan Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, menegaskan donor darah adalah wujud merayakan kemerdekaan dengan cara paling konkret.
“Kami ingin mengajak masyarakat menjadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk berbagi. Setiap tetes darah yang disumbangkan adalah simbol kepedulian dan persatuan,” ujarnya.
Sementara itu, Chef de Mission Paralimpiade Indonesia, Reda Manthovani, yang ikut serta mendonorkan darahnya, menekankan nilai moral yang terkandung dalam kegiatan ini.
“Tangan yang memberi tak akan pernah kekurangan. Dari sanalah lahir karakter bangsa: penuh welas asih, cinta kasih, dan semangat gotong royong,” katanya.
Ketua Pelaksana NPCI DKI Jakarta Table Tennis Championship 2025, Cahaya Manthovani, menambahkan bahwa setetes darah memiliki makna besar bagi bangsa. “Setetes darah yang kita berikan hari ini adalah wujud kepedulian dan perjuangan kita untuk bangsa,” ujarnya penuh semangat.
Aktor Arya Saloka juga hadir untuk memberikan dukungan moral. Kehadirannya menarik perhatian para pengunjung mal dan diharapkan mampu mengajak lebih banyak masyarakat tergerak ikut mendonorkan darah.
Perwakilan Unit Donor PMI, dr. Dede, menekankan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor itu sendiri. “Donor darah tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan dan psikologis bagi pendonor,” jelasnya.
Dengan mengusung tema kemerdekaan tahun ini, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, kegiatan Donor Darah Merdeka di Pluit Village Mall menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya dirayakan dengan seremoni, melainkan diwujudkan lewat aksi nyata.
Setiap kantong darah yang terkumpul membawa harapan, kekuatan baru, serta semangat persatuan bagi bangsa.