Jakarta – Suasana penuh budaya dan kebanggaan nasional terasa kuat di Gedung A Lantai 3 Kemendikdasmen RI, Jakarta, Sabtu (15/11/2025).
Semifinal Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2025 menjadi panggung bagi bakat-bakat terbaik dari berbagai jenjang pendidikan, hingga para guru yang ingin meneguhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap hikayat nusantara.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Lomba, Cahaya Manthovani, yang menegaskan bahwa mendongeng bukan hanya tradisi hiburan, melainkan identitas bangsa yang harus dijaga bersama.
Sebanyak 10 semifinalis dari empat kategori, yakni SD, SMP, SMA, dan Guru tampil setelah melalui seleksi ketat pada 6–9 November 2025.
Masing-masing pendongeng tampil memukau dengan cerita-cerita legendaris seperti Timun Mas, Purbasari, hingga Malin Kundang, yang dibawakan dengan penuh ekspresi dan kreativitas.
Para peserta tampil memikat dengan busana adat dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Minangkabau, Sunda, hingga Kalimantan. Ada pula peserta yang memanfaatkan media pendukung seperti wayang kulit, membuat cerita semakin hidup dan mudah dipahami oleh para penonton yang memadati ruangan.
Tepuk tangan berkali-kali menggema sepanjang acara, menandakan betapa mendalamnya hubungan masyarakat dengan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun.
Setelah rangkaian penampilan yang menawan, juri akhirnya memilih lima pendongeng terbaik dari tiap kategori untuk melaju ke grand final.
Mereka dinilai tidak hanya piawai bercerita, tetapi juga mampu menghadirkan kembali kekayaan legenda nusantara dengan pendekatan segar dan inspiratif.
Semifinal Suara Nusantara 2025 pun berakhir dengan penuh harapan bahwa generasi muda akan terus menjaga dan meneruskan tradisi mendongeng sebagai bagian penting dari budaya bangsa.
Berikut daftar grand finalis Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2025:
Kategori Benih Nusantara (SD/MI)
- Petra Timothy Joseph – SD Terang Mulia
- Rachel Naura Sasiro – SDN Tugu Utara 17 Pagi
- Nazma Rahma Shakila – SDN Sungai Bambu 01
- Ibnu Hanan Firdaus – SDN Cempaka Baru 07 Pagi
- Ahla Amany – SDI Al Izhar Pondok Labu
Kategori Benih Nusantara (SMP/MTs)
- Karenina Zahra Alkhansa – SMPN 78 Jakarta
- Alika Farah Zahira – MTsN 22 Jakarta
- Oseano Janardhana – Nizamia Andalusia Middle School
- Larasati Mahestri – SMP Bina Insan Mandiri
- Emmanuella Caroline – SMP Santa Ursula Jakarta
Kategori Benih Nusantara (SMA/MA)
- Gresyanita Putri Simangunsong – SMAN 39 Jakarta
- Alya Shania Az’zahra – SMAN 21 Jakarta
- Siti Salwaa Fathana Parsi – SMAN 8 Jakarta
- Luna Meisya Araspa – SMAN 2 Jakarta
- Naura Ghani Muafa – SMAN 14 Jakarta
Kategori Benih Nusantara (Guru)
- Desniwita Linie Zebua – SMP Citra Kasih, Jakarta Barat
- Marni Enestoria Belak – SD Paskalis 1
- Norma Kristiani – Penabur Intercultural School, Tanjung Duren
- Saripudin – SDN Paseban 11
- Hidayati – SDI Attaqwa, Rawamangun