Jakarta – Festival Storytelling Cerita Rakyat “Suara Nusantara” 2025 menghadirkan momen istimewa di final ketika Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Prof. Reda Manthovani tampil mendongeng, membawakan kisah rakyat Betawi legendaris “Si Pitung”.
Penampilan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dari acara puncak yang digelar di Gedung A, Lantai 3, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, membawa energi baru dalam upaya menghidupkan kembali tradisi bercerita kepada generasi muda.
Dalam penampilannya, Reda mengisahkan perjalanan heroik Si Pitung, tokoh Betawi yang terkenal karena keberaniannya melawan ketidakadilan. Reda membawakan cerita dengan gaya berceritanya yang khas, penuh intonasi dan dinamika, menggugah para penonton mengenai nilai keberanian, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
Dongeng tersebut juga menyinggung bagaimana Si Pitung kerap dianggap sebagai ancaman oleh penjajah sekaligus pahlawan bagi rakyat kecil karena keberaniannya membela kaum tertindas.
“Pelajaran dari Si Pitung bukan hanya tentang keberanian, tetapi tentang memilih berpihak pada rakyat kecil. Karena itulah sampai saat ini si Pitung dikenal sebagai pejuang yang membela rakyat kecil dan melawan penindasan,” tutur Reda dalam sesi dongengnya.
Penampilan Reda menjadi momen istimewa karena memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk tokoh negara. Kehadirannya sekaligus menegaskan cerita rakyat merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang patut dijaga.
Final Suara Nusantara 2025 mempertemukan lima finalis terbaik di setiap tingkatan mulai dari pelajar SD, SMP, SMA, hingga guru dari ratusan peserta.
Acara ini juga dihadiri berbagai tokoh daerah dan nasional, serta didukung komunitas, lembaga pendidikan, dan deretan perusahaan melalui kolaborasi budaya.
Festival yang diinisiasi Navaswara ini bertujuan menghidupkan kembali kekayaan cerita rakyat Nusantara di tengah tantangan modernisasi yang kian menggeser tradisi mendongeng dari ruang keluarga. Ketua Panitia, Cahaya Manthovani, menyebut kegiatan ini sebagai upaya konkret menyalakan kembali semangat literasi budaya bagi generasi muda.
“Suara Nusantara hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kekayaan cerita rakyat tersebut. Harapannya, anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga merasakan kedekatan dengan Tanah Air,” ujar Cahaya, yang juga Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB).
Festival dengan Dukungan Tokoh Penting
Perhelatan ini turut didukung oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Denny Achmad, Ketua YIPB Muhammad Rizal Sutono, Raffi Ahmad Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta para Wali Kota Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.
Kegiatan Suara Nusantara terlaksana melalui kerja sama Navaswara Bhuwana Kencana dan Navaswara.com dengan dukungan dari Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, PT iForte Solusi Infotek, BRI, PT Bank Mandiri Tbk, PT Tangkas Cipta Optimal, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, PT Astra International Tbk, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, The Grand Platinum Hotel Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Sanghiang Perkasa, PT Almaz Fried Chicken, serta PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).
Dukungan komunitas datang dari Ayo Dongeng Indonesia, AIESEC, dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Adhyaksa, serta media partner seperti MetroTV, Metrotvnews.com, Tempo, Suara.com, dan DAAI TV.