Perayaan Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa (17/02/2026) menjadi momentum refleksi dan harapan baru bagi Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., LLM. Dalam suasana penuh cahaya dan kebersamaan, Reda mengajak masyarakat menjadikan perayaan ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih baik.
“Di momen penuh cahaya dan kebersamaan ini, kita merayakan Tahun Baru Imlek 2026 dengan hati yang hangat dan penuh harapan. Setiap awal adalah kesempatan baru untuk melangkah lebih baik,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung RI tersebut.
Menurutnya, warna merah yang identik dengan keberuntungan bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga representasi semangat, optimisme, dan doa-doa yang dipanjatkan untuk masa depan yang lebih baik.
Imlek, kata Reda Manthovani yang merupakan inisiator Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, adalah pengingat bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan untuk berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Dalam rangka perayaan tersebut, Reda bersama Prof. Dr. R. Narendra Jatna, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara melaksanakan kegiatan bakti sosial dan donor darah sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi refleksi nilai kemanusiaan yang diusung dalam perayaan tahun baru.
“Perayaan sejati bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan harapan bagi orang lain,” tegasnya.
Reda menambahkan, Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum mempererat persaudaraan, menumbuhkan empati, dan memperkuat komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
Ia pun menutup dengan harapan agar tahun yang baru membawa kesehatan, keberuntungan, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.
“Semoga setiap langkah diberkahi, setiap niat baik dimudahkan, dan setiap kebaikan yang kita tanamkan berbuah keberkahan bagi banyak orang. Gong Xi Fa Cai,” sambungnya.