Jakarta – Atrium Utama Pluit Village Mall, Jakarta Utara, Jumat (8/8/2025) sore WIB, dipenuhi riuh tepuk tangan dan sorakan penonton. Suara bola pingpong yang memantul cepat berpadu dengan gelak tawa dalam sebuah laga ekshibisi pembukaan NPCI Table Tennis Championship 2025.
Namun kali ini, yang berdiri di belakang meja tenis bukan hanya para atlet, melainkan juga sejumlah tokoh penting. Dua menteri, yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ikut memegang raket dan bermain bersama atlet disabilitas.
Tak hanya itu, Reda Manthovani, Chef de Mission Paralimpiade Indonesia, serta Cahaya Manthovani, Ketua Pelaksana NPCI Table Tennis 2025, juga ambil bagian di pertandingan persahabatan ini.

Laga ekshibisi tersebut berlangsung santai namun sarat makna. Momen saat para menteri begitu bersemangat mengembalikan smash atlet kursi roda dan memberi tos kemenangan kepada rekan setimnya, atau ketika Cahaya Manthovani ikut bermain bersama, membuat penonton terhibur sekaligus terharu.
Menurut Cahaya, keterlibatan para tokoh publik ini bukan sekadar hiburan pembuka. “Kami ingin memberikan pesan bahwa olahraga adalah ruang yang mempersatukan semua orang. Ketika menteri, panitia, dan atlet berada di meja yang sama, tidak ada sekat, yang ada hanya semangat dan sportivitas,” ujarnya.
Reda Manthovani menambahkan bahwa momen ini juga menjadi ajang untuk mengapresiasi perjuangan para atlet disabilitas. “Mereka berlatih keras dan memiliki mental juang luar biasa. Bermain bersama mereka adalah kehormatan bagi kami,” katanya.
Ekshibisi pembukaan ini menjadi pengantar bagi turnamen besar yang diikuti 335 peserta, termasuk 128 atlet disabilitas dari 13 provinsi. Dengan tema Mendobrak Batas, NPCI Table Tennis 2025 bukan hanya soal perebutan gelar, tetapi juga panggung untuk menegaskan bahwa semangat berprestasi tak mengenal keterbatasan fisik.