Jakarta – Salah satu kekuatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah keterlibatan pelaku usaha lokal. Yayasan Inklusi Pelita Bangsa menggandeng UMKM sebagai penyedia makanan untuk memastikan program ini juga memberikan dampak ekonomi.
UMKM tidak hanya berperan sebagai penyedia makanan, tetapi juga mendapatkan pelatihan terkait standar kebersihan, keamanan pangan, dan pengolahan gizi. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas program.
Distribusi makanan dilakukan ke berbagai sekolah khusus yang menjadi penerima manfaat, menciptakan ekosistem yang saling terhubung antara penyedia, pengelola, dan penerima manfaat.
Cahaya Manthovani menjelaskan, “Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga pemberdayaan dan keberlanjutan.”
Dengan model ini, MBG tidak hanya membantu anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara bersamaan.